Rabu, 12 Oktober 2011

Bimtek Laboratorium Lingkungan NTB

Disampaikan oleh :
Gatot Soesanto,SKM,M.Kes

Pada tgl 10 sd 11 Oktober 2011 bertempat di Puri Sharon Sengginggi LombokBarat telah diadakan kegiatan Bimtek Laboratorium Kabupaten/Kota se NTB yang dihadari oleh 3 peserta masing masing Kab/Kota dan Lintas sektor terkait yakni PU, Balai Lab.Kes dan dari BLHP sendiri.
Adapun materi bimtek disampaikan oleh Nara Sumber dari Pusarpedal kemenLH 2 orang dan dari Balai Laboratorium Kesehatan dengan materi antara lain : Kalibrasi, cara perawatan, pelayanan mutu, dan kebijakan pelayanan laboratorium. Disampaing materi tersebut pihak panitia bekerja sama dengan oihak distributor alat lab untuk peragaan dan simulasi penggunaaan alat laboratorium yang portable untuk di gunakan lapangan seperti pengukuran : PH, Cl, DHL, DO,Fe, Zn, dll. Berkenaan pengenalan tersebut sangat bermanfaat bagi peserta selain menambah wawasan juga dapat membandingkan dengan alat alat lain yg fungsinya sama ( mebandingkan mana yang lebih efektif dan efisien )

Selasa, 26 Juli 2011

Rakor Pengembangan Laboratorium Lingkungan


Disampaikan oleh :
Gatot Soesanto,SKM.M.Kes.

Pada tgl 25 sd26 Juli 2011, hari senin bertempat di Bintang Senggigi Hotel telah diadakan Rakor Pengembangan Lab.Lingk yang dihadiri oleh Petugas Lab Lingk BLH Kab/Kota se NTB dan nara sumber dari Pusarpedal Men LH Jakarta. Rakor tersebut diharapkan bisa menjawab tantangan kedepan terutama permasalahan lingkungan atau issue issue yang berkaitan dengan lingkungan dimana institusi laboratorium lingkungan sebagai instituasi yang mempunyai kewengan dalam menegakkan diagnosa terhadap kualitas lingkungan yang terdiri dari air,udara,tanaha dan bahan berbahaya dan beracun, Hasil dari rakor tersebut merekomendasi 3 issue yakni tentang SDM, manajemen operasional dan sarana prasarana. Semoga kedepan Lab .lingk yang ada di Kab/Kota dan provinsi akan lebih eksis dan mempunyai daya saing khususnya kemampuan untuk menganalisa kualitas lingkungan

Selasa, 19 Juli 2011

Ruang Terbuka Hijau

Disampaikan oleh :
Gatot soesanto,SKM.M.Kes

Pada hari rabu tanggal 20 Juli 2011 bertempat di Garden Hotel telah diadakan acara bimbingan teknis pengelolaan dan pengembangan ruang terbuka hijau dimana menurut idealnya dan menurut UU 26 th 2007 bahwa minimal kota mempunyai rth sebesar 30 % dengan rincian bahwa 20 % untuk public dan 10 % untuk privat. Kalau ini bisa kita patuhi secara sinergis bersama lintas sektor terutama di Mataram yang mana adalah ibu kota NTB, betapa indahnya dan green kawasan Kota sehingga bisa menjadi contoh bagi kota lain di Indonesia semoga harapan kita bisa terwujud amin.

Rabu, 06 Juli 2011

Pemantauan kualitas lingkungan di PT NNT

Disampaikan oleh :
Gatot Soesanto,SKM,M.Kes

Pada hari senin tanggal 4 Juli sd 7 juli Tim PPLHD Provinsi NTB mengadakan pemantauan kualitas lingkungan di wilayah industri pertambangan PT NNT Kabupaten Sumbawa Barat, tim terdiri dari 2 group ( group pemantauan kualitas air laut , sedimen air laut yang terdiri dari 3 orang yi:sahrul, jaya,dan didik dan kualitas udara, ceparator concentrator, limbah B3 yang terdiri dari sunardi, gatot, dan wirawan ). Jenis pemantuan yang dilaksanakan dengan pendampingan pengambilan sample air di lokasi tailing cair (3 sampel yi pagi siang dan sore ) , tailing duplikat ( sample pagi,siang dan sore ) , air laut di beberpa titik dan sedimen yang dilakukan oleh tenaga departemen enveronmental PT NNT. untuk selanjutnya dikirim BBKK ( balai besar kimia dan kemasan di Jakarta ) sebagai laboratorium independen untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan setempat juga dilakukan khususnya kualitas yang ada pada tailing cair yakni kadar PH, DO, suhu.
sebagai hasil gambaran sementara bahwa kualitas lingkungan yang ada di wilayah PT NNT terutama di zona industri cukup baik ( masih dalam batas baku mutu ),dan kualitas air laut dan sidimen masih menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut oleh BBKK Jakarta.

Senin, 13 Juni 2011

Belajar dan belajar

Disampaikan oleh :
Gatot Soesanto,SKM,MKes

Pada hakekatnya ALLAH menciptakan manusia tidak lain hanya untuk mengabdi dan taat kepada Nya , banyak cara dan jalan untuk bisa mengabdi dan taat ( taqwa ) kepada Nya tentunya dengan berlandasan ajaran agama kalau islam dengan Al Qur an dan hadits sebagai rujukan nya. Sebagai awal untuk mengabdi dan taqwa kita diwajibkan untuk belajar dan membaca Al Qur an agar tidak salah arah dan tujuan serta makna dari kandungan ayat ayat yang ada. Akan tetapi tidak sedikit orang banyak membaca tapi tidak bisa menghayati apa lagi untuk mengamalkan isi dari kandungan dari kitab Suci Al Qur an, hal ini akan sia sia hanya membaca tanpa menghayati dan mengamalkan. misalnya arti dari rahman dan rahim adalah pengasih dan penyayang tentunya dalam kehidupan sehari hari harus pengasih dan penyayang sesama apabila tidak mengamalkan ya sia sia belaka belajar. sebagai contoh penulis sudah qatam Qur an yg sekian kali dan akan mencoba terus untuk implementasi dari isi dan kandungan dalam Al Qur an
mudah mudahan Allah menghendaki amin

Senin, 30 Mei 2011

Bimtek Laboratorium lingkungan

Disampaikan oleh :
Gatot Soesanto,SKM.Mkes

Pada tgl 23 sd 27 Mei 2011 menghadiri acara bimtek tentang labling di Sanur BAli , sesuai dengan undangan dari Pusarpedal kementrian linkungan hidup dengan kerja sama PPE regoin bali , dengan peserta dari NTT, NTB dan Bali ( kurang lebih 30 orang ) dengan melibatkan lintas sektor yakni dri PU BLK dan dari Lab lingk baik di Provinsi maupun Kabupaten/kota se NTT,NTB dan Bali.
Adapun materi bimtek yang dimaksud mulai dari kebijakan sampai dengan teknis operasional dan metode pengambilan serta membaca sampling khususnya air ( pemeriksaan air lapangan antara lain PH, CL, kedalaman air, dan kekeruhan ).
Memang selama ini fungsi lab ling belum mendapat porsi sebagaimana yang diharapkan, hal ini perlu adanya sosialisasi kepada semua pihak agar paham tentang pentingnya peranan lab lingk terhadap berkelanjutan atau sustainable pembangunan , hal tersebut tidak berlebihan dikarenakan apa bila lingkungan tidak layak dikarenakan kualitas lingkungan ( hasil pemeriksaan ) menurun maka pembangunan tidak bisa berjalan kalau sekiranya dipaksa juga hampir dikatakan pasti ada masalah yang lebih besar dikemudian hari tentunya menyangkut masalah sosial ekonomi dan bahkan politik.
Untuk itu kami mengajak seluruh pemerhati agar selalu memperhatikan kualitas lingkungan dengan secara berkala ada pemantuan dan pemeriksaan baik air, udara, tanah dan bahkan B3 yang setiap saat mengancam kehidupan semua makhluk hidup,

Selasa, 26 April 2011

Loka Karya Pelestarian lingkungan

Disampaikan oleh :
Gatot Soesanto,SKM.MKes


Pada 25 sd 26 April 2011 telah diadakan lokakarya tentang pelestarian lingkungan di Hotel Lombok Raya Mataram dengan kerja sama PPE Region Bali Nusra dan Badan Lingkungan Hidup dan peneliitian Provinsi NTB dengan melibatkan SKPD terkait ( Kehutanan, BLH Kab/Kota Se NTB, NNT, Dinkes ) . Pelestarian lingkungan daerah pesisir khususnya mendapat perhatian karena dari hasil pemantauan lapangan bahwa kurang lebih 60 sd 70 % rusak sebagai akibat ulah manusia terutama nelayan dengan menggunakan bom untuk mendapatkan tangkapan ikan tanpa memperhatikan akibat kerusakan ekosistim biota laut. dari hasil kajian bahwa untuk pertumbuhan dan perkembangan kerumbu karang membutuhkan waktu kurang lebih 1 tahun untuk perkembangan 1 cm , kalau hal ini dibiarkan terus menerus suatu hal tidak mungkin akan terjadi kerusakan eksosistim laut yang hebat yang bisa menimbulkan malapetaka bagi generasi penerus terutama potensi pesisir hilang sama sekali. untuk itu diharapkan semua pihak agar ikut menjaga kelestarian lingkungan untuk kesinambungan pembangunan ke depan.

Minggu, 27 Maret 2011

Laboratorium lingkungan

Disampaikan oleh
Gatot Soesanto,SKM,M.Kes

Pada tahun 2012 adalah tahun percepatan pembangunan insfra struktur di Provinsi Nusa Tenngara Barat, pembangunan yang dimaksud antara lain adalah pembangunan gedung laboratorium lingkungan dan menurut rencana akan dibangun di lingkar selatan berdekatan dengan kantor penanggulangan bencana dan DPD. Untuk persiapan pembangunann tersebut pada th 2011 sudah ada dana untuk detail desain gedung dan kelengkapan administrasi lokasi yang diterbitkan oleh biro umum dan perlengkapan setda Prov NTB .
Dengan berdirinya gedung Lab Lingk di NTB akan memudahkan akses informasi tentang kualitas lingkungan ( air, tanah, udara ambien dan B3 ) sehingga Provinsi NTB akan lebih diperhitungkan secara NASIONAL khususnya informasi kualitas lingkungan . dalam kesempatan ini kami berharap dalam penyelesaian pembangunn gedung dimohon kepada pihak pusat ( Kementerian Lingkungan Hidup ) bisa membantu pendanaan dan suport kebijakan ,begitu juga kepada pihak perusahaan besar yang ada di wilayah NTB seperti New Mont bisa membantu dalam pendanaan.
Dari hasil perhitungan sementara total biaya pembangunan gedung lab lingk sebear 9 milyard , tidak termasuk tanah ( tanah dari Pemda setempat )

Minggu, 27 Februari 2011

laboratorim lingkungan

Disampaikan oleh :
Gatot Soesanto,SKM.M.kes

Sesuai dengan peraturan menteri lingkungan hidup No. 06 tahun 2009 tentang laboratorium lingkungan bahwa untuk menjamin akuntabilitas jasa pengujian parameter kualitas lingkungan bagi penyedia dan pengguna jasa, diperlukan laboratorium lingkungan yang memenuhi persyaratan kompetensi, hal ini sejalan dengan diterbitkannya perda NTB no. 8 tahun 2008 tentang organisasi dan tatakerja inspektorat,bappeda, dan lemabag teknis daerah Provinsi NTB dan pergub NTB no 23 th 2008 tentang organisasi dan tatakerja unit pelaksana teknis dinas ( UPTD ) pada dinas daerah dan unit pelaksana teknis badan ( UPTB ) pada inspektorat,bappeda dan lembaga teknis daerah Provinsi NTB dan diantaranya dari UPTB yakni Balai Laboratorium lingkungan di Badan Lingkungan Hidup dan penelitian Provinsi NTB, apabila dilihat dari tupoksi dari laboratorium lingkungan tersebut cukup luas karena mempunyai kewenangan untuk periksa air, tanah, udara dan B3 di wiayah NTB maka sehubungan dengan maksud tersebut maka perlu dukungan semua pihak untuk membantu dalam percepatan terwujudnya aktifitas seseuai dengan aturan yang ada.
Sesuai dengan kondisi saat ini bahwa laboratorium lingkungan di Provinsi NTB belum mempunyai gedung lab, sarana dan prasarana maka dimohon kepada stake holder yang mempunyai kewenangan untuk bisa mempercepat pembangunan laboratorium lingkungan dan berdaya saing tersebut, tentunya dibarengi dengan tenaga yang mempunyai standart kompetensi